
TANGERANG,Pelita.co Entah kurangnya pengawasan atau dugaan adanya kongkalikong antara swasta (kontraktor) dan instansi Kecamatan Cikupa, dalam hal kegiatan proyek pembangunan jalan paving blok di kampung Bitung RT 01 RW 01 Desa Bitung Jaya Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang,
Pasalnya, kegiatan PL proyek jalan paving blok tersebut di nilai jauh dari harapan, hingga mencuatkan bagi penggiat kontrol sosial, Bahwa proyek pembangunan jalan paving blok tersebut terkesan asal asalan dan tidak sesuai standar spesifikasi teknisnya,
Hal lainnya yang mengindikasikan tersebut Minimnya informasi terkait seputar anggaran dan sumber anggaran pada saat pelaksanaan proyek pun menjadi sorotan, Padahal kewajiban bagi penyelenggara kegiatan yang menyedot anggaran APBD wajib memasang papan proyek sebagai wujud dan bukti transparansi,
” Ya menurut saya terkesan seperti ada yang di tutup tutupi untuk publik, Kenapa papan informasi tidak ada di lokasi, Padahal Papan Informasi proyek itu wajib di pasang agar publik bisa mengetahui sumber dan anggarannya, Dan itu sangat jelas tertuang dalam undang-undang KIP no 14 tahun 2008,” Cetus Jefri ketua DPD LSM LipanHam, Senin (24/02/2025),

Lebih lanjut Jefry, ia pun menyinggung kualitas dan mutu jalan saat proses pekerjaan pembangunan jalan paving blok itu di laksanakan yang dinilainya hanya pemborosan anggaran,
” Saya pun mempertanyakan kualitas jalan paving itu, Karena dalam pantauan saya saat ke lokasi melihat mekanisme pekerjaannya terkesan asal asalan alias asal pasang , Tidak ada pemadatan pada lantai kerja paving padahal itu lokasi baru, Penggunaan hamparan pasir yang berfungsi untuk menahan paving agar tidak amblas sangat minim (tipis), Dan menurut saya proyek ini hanya buang anggaran,” Tandasnya menjelaskan
Selain itu Kata Jefri, Seluruh pekerja pada proyek tersebut tidak di lengkapi K3 hal ini di nilainya bukti lemahnya pengawasan pihak kecamatan,
” Saya juga mempertanyakan SOP pihak ketiga, kenapa pekerja tidak di lengkapi K3 padahal itu sangat penting untuk keselamatan mereka, Kalau dari awal tidak ada mestinya di tegur dong jangan di biarkan, suka atau tidak suka K3 itu wajib di pakai di setiap pekerjaan kontruksi, ” pungkasnya.
Dalam waktu dekat pihaknya (DPD LSM LIPANHAM) akan menyurati dan meminta klarifikasi pihak Kecamatan Cikupa, terkait proyek tersebut..
Sementara Ardi Selaku pengawas dari kecamatan kegiatan tersebut diatas, saat dikonfirmasi menyampaikan, sudah saya tegur pemborong nya. ” Sudah ditegur pemborongnya” Sabtu 22/02/2025).