TANGERANG, Pelita.co – Pembangunan gedung Pondok bersalin Desa (Polindes) di Kampung Bojong RT 01/02 Desa Kosambi Dalam Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang di pertanyakan.
Pasalnya gedung sarana kesehatan untuk masyarakat yang telah dianggarkan dari dana Desa kurang lebih sebesar Rp 188.700.000 juta pada tahun 2023 itu diduga diselewengkan
Dari hasil investigasi oleh tim media menunjukkan kecurigaan bahwa keberadaan pisik gedung Polindes yang mestinya terpisah dari bangunan lain malah ditemukan satu gedung atau satu ruangan dengan pelayanan kantor desa Kosambi Dalam, Padahal alokasi anggaran untuk pembangunan gedung kantor Desa dan Polindes masing masing sudah ada dan di anggarkan,
Lalu buat apa dan di kemanakan anggaran sebesar Rp 188.700.000 juta itu jika pisik gedung Polindes ternyata bernaung dan satu atap dengan gedung kantor desa,
Saat di konfirmasi kepada Kades Kosambi Dalam terkait keberadaan fisik gedung Polindes yang berada didalam gedung kantor desa padahal untuk pembangunan Gedung Polindes punya anggaran masing masing, diakuinya lantaran keterbatasan lahan,
” Ya karena keterbatasan lahan tanah desa dan disini kebanyakan sawah dan satu satunya tanah desa di bangun Futsal” imbuhnya Kades Fauziah Rahayu saat disambangi di kantornya pada Jumat 02-08-2024,
Meski terdengar janggal perihal fisik gedung Polindes yang di bangun berbarengan dengan gedung Desa padahal alokasi anggarannya terpisah, hal itu tak di bantah Kades wanita berusia 30 tahun tersebut,
” Pembangunan gedung Polindes dan kantor desa ini memang anggarannya terpisah cuma di bangun di tahun yang sama dan di tempat yang sama,” Kata Kades sedikit menjelaskan,
Terakhir dalam penjelasannya Ibu Kades malah mereview soal konfirmasi tim awak media terkait anggaran gedung Polides Kosambi Dalam,
” Maaf sebelumnya berita ini dari mana, dan Yang menjadi pertanyaannya terkait fisik gedung polindes ada atau tidak, kan ada ,” Pungkasnya,
Sayangnya setelah tim awak media mengkonfirmasi hal ini kepada kepala desa Kosambi Dalam, salah satu nomor kontak awak media malah diblokir ibu Kades tanpa alasan yang jelas. Tindakan ini malah memicu dan menimbulkan tanda tanya besar dan semakin memperkuat kecurigaan akan adanya upaya menutupi penyelewengan dana tersebut.
Masyarakat khususnya kini meminta bidang Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) Dana Desa Kecamatan Mekar Baru untuk memberikan klarifikasi terkait temuan investigasi awak media. Mereka mengharapkan penjelasan resmi dan transparan mengenai penggunaan anggaran tersebut serta tindak lanjut untuk memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa.